Alangkah Lucunya Negeri Ini


11-05-2013
Sarjana muda bertebaran
Pengangguran berkeliaran
Rakyat jelata hinggap di Negeri orang
untuk mengais rizki yang berkecukupan
sedang, abdi Negara menjajikan “keadilan”
yang nyatanya dibawa jalan-jalan
oleh patriotik mata berduitan.

Alangkah lucunya Negeri Ini
Para pencopet menghiasi berbagai ruas jalan
Mulai dari: Mall sampai tempat penginapan
Dari Pasar sampai mobil angkutan
Demi, membeli minum dan makanan
Sedang, para koruptor enak-enakan
Sama-sama mengambil, tapi beda pendapatan
Besar-kecil menjadi penilaian
Untuk meraup keuntungan
sie penting “tak ketahuan”

Alangkah lucunya Negeri ini
Rakyat miskin dibiarkan kelaparan
Para pengamin berkarya di bus-perumahan
Pengemis berjajaran diantara keramain
Meminta-minta sambil menengadahkan tangan
Hanya untuk menghidupi diri dan keluarga dari segala kekurangan
Sedang, pejabat mengintip tanpa merasakan kesedihan
Malah bagga atas kesengsaraan dan penderitaan
Yang masyarakat dapatkan.
Lihat saja:...
Mereka yang memakai mobil dinas sebagai kendaraan
Pakai seragam kantor ke Mall-swalayan
BerDuaan di alun-alun tanpa adanya ikatan
Tidur di hotel bersama perempuan kampungan-murahan
Sampai yang paling anehnya lagi,
Koruptor. Pelaku sexual yang mencoreng nama baik public Indonesia dielu-elukan
Tak ada ceritanya penangkapan
Tidak dengah tokoh agama, penyiar islam dan statusnya terbukti bukan penentang Negara
Ditangkap secara paksa, tanpa surat pemanggilan
ditangkap oleh komplotan elit bersenjajata bak melumpuhkan pelaku perampokan...
alah... semua itu, hanya sandiwara pejabat di atas sana, yang senang melihat rakyatnya dipermainkan...

Alangkah Lucunya Negeri ini...
Masyarakat berada di fase kesengsaraan
Para pejabat sudah mulai tak mempedulikan
Lupa janji, yang harus dikerjakan
Amanat tak lagi dijalankan
Mereka lebih mementingkan,
Rumah yang megah berhektaran
mobil mewah dengan harga milyaran
sampai perempuan2 mudah dikesampingkan.

Dan kebanyakan dari mereka bermata duitan.

Komentar